Blog

Friday, June 22, 2018, 07:59

Sebagian besar individu yang bekerja sebagai karyawan tentu saja ingin memiliki karir yang baik. Namun hanya sebagian yang benar-benar memahami mengenai rencana karirnya. Berikut akan membahas keterkaitan antara Pola Karir dan Rencana Karir Individu.

Pola Karir merupakan bagian dari Sistem Manajemen Karir. Pola Karir memberikan kejelasan peluang perpindahan karir antar posisi bagi individu. Sebagai contoh, individu pada posisi Compensation & Benefit Officer di unit HR Kantor Pusat misalnya, bisa berpindah ke posisi HR & GA Officer di Kantor Cabang, atau menjadi HR Supervisor.

Pola karir dikembangkan dengan mempertimbangkan kemudahan bagi individu untuk melakukan adaptasi di posisi baru. Kemudahan tersebut dapat diperoleh jika memiliki persyaratan kompetensi yang sama, atau berada pada unit kerja yang sama. Oleh karena itu, terdapat prioritas dalam perpindahan antar posisi.

Lalu, apakah pergerakan karir individu harus mengikuti pola karir yang telah dikembangkan? Sejauh mana fleksibilitas yang dimiliki individu ketika menyusun rencana karir-nya?

Pada dasarnya, pola karir memetakan peluang pergerakan karir berdasarkan karakteristik yang sama di antara posisi-posisi tersebut. Asumsi dasarnya adalah semakin banyak kesamaan yang dimiliki antar posisi, semakin mudah bagi individu untuk melakukan adaptasi di posisi yang baru.

Sementara itu, rencana karir disusun dengan mempertimbangkan, antara lain:

  1. Minat individu. Minat individu dipengaruhi oleh berbagai hal. Ada individu dengan latar belakang pendidikan teknik yang berminat terhadap pengelolaan SDM. Ada individu yang tidak berminat untuk mengelola tim (lebih senang bekerja sebagai Specialist). Ada individu yang lebih senang melakukan pekerjaan yang mengharuskannya bertemu dengan banyak orang, dan lain sebagainya. Semakin sesuai pekerjaan individu dengan minatnya, maka akan semakin tinggi peluang individu untuk bertahan di posisi terkait.
  2. Profil kompetensi. Profil kompetensi diperoleh melalui proses asesmen berbasis kompetensi. Semakin tinggi tingkat kesesuaian kompetensinya, semakin tinggi peluang individu untuk berkontribusi secara optimal.
  3. Kebutuhan organisasi. Posisi apa yang akan kosong di 5 tahun kedepan? Posisi apa yang diperlukan untuk menunjang strategi bisnis organisasi?

Berdasarkan hal tersebut diatas, bisa jadi pergerakan antar posisi yang menjadi prioritas pertama dalam pola karir, tidak dapat diterapkan karena tingkat kesesuaian individu pada posisi yang dituju rendah, atau tidak sesuai minat, atau ada kebutuhan organisasi lain yang perlu dipenuhi dengan segera. Dalam kasus demikian, pola Karir menjadi koridor untuk mengembangkan rencana karir individu, namun tidak bersifat mengikat.

Oleh karena itu, bermodalkan Pola Karir dan Rencana Karir Individu, pergerakan karir dapat direncanakan secara sistimatis. Rencana tersebut akan menginformasikan posisi-posisi yang akan diduduki individu dalam kurun waktu tertentu, dan program pengembangan yang harus diikuti, untuk menjembatani kesenjangan yang ada.


No comments yet.
(*) Required fields
People-Prime Consulting Group 2022, All Rights Reserved.
free website
built with
kopage